Kembali
Sub Judul
Gereja, tempat di mana seharusnya mencari ketenangan hati menjadi tempat paling dijauhi oleh sebagian orang.

Mereka merasa trauma atas apa yang mereka alami di sana: pelecehan seksual.

Ini kisah dari mereka yang pernah memiliki pengalaman pelecehan seksual di gereja.
Pilih Cerita
Lorem Ipsum Dolor Sit Amet
Baca selengkapnya...
Juni 2008
Dea (nama samaran) rutin bertemu Romo berinisial M dalam proyek pekerjaan Bersama dari Gereja Katolik Paroki Aloysius Gonzaga, Cijantung, Jakarta Timur.
9 hari berikutnya.
Hari ke-10
Romo M mengajak Dea melakukan hubungan seksual.
Baju & celana Dea hampir dibuka satu per satu oleh Romo M, tapi Dea berhasil mencegah.
Usaha Romo M untuk mendapatkan Dea tidak main-main, bahkan dia berjanji akan meninggalkan jabatan imam & menikahi Dea.

Akhirnya…

Dea menyerah
Setelah itu…

Gelagat Romo M berubah setelah curiga Dea hamil. Romo M menghindari Dea & keluarganya. Dea menuntut tanggung jawab Romo M. Kabar itu sampai ke telinga para pemimpin imam di Congregatio Sanctissimi Redemptoris (CSsR)—Kongregasi Sang Penebus Mahakudus—di Indonesia, yang kemudian mengunjungi Dea & menanyakan kebenaran kabar tersebut. Tak lama setelah itu, Romo M dipindahkan ke Markas CSsR Indonesia di Sumba, Nusa Tenggara Timur
Kini Dea berusia 38 tahun, kejadian 12 tahun silam itu tak pernah terungkap. Kunjungan para pemimpin imam CSsR tidak berarti apa pun bahkan terkesan bahwa pejabat gereja menyembunyikan Romo M dari Dea & tuntutan keluarganya.

Dea hanya berharap Romo M kelak diberhentikan sebagai imam untuk menghindari lebih banyak korban di masa depan.
2008
Sepulang latihan di gereja, Dimas yang masih kelas I SMP, & sekitar 5 orang temannya diajak pembimbing Misdinar (putra altar) mereka, Syahril Parlindungan Marbun, jalan-jalan.
Setelah makan malam, Syahril mengantar mereka satu per satu. Dimas jadi yang paling terakhir diantar.

Waktu itu Dimas sebetulnya sempat curiga, karena rumahnya lebih jauh daripada Syahril, bila diukur dari gereja.

Syahril, yang waktu itu berusia sekitar 30th, membawa mobilnya ke UI. Di sana, Dimas dioral oleh Syahril. Ia sempat ingin melawan, tapi kepalang takut dibunuh karena sedang berada di mobil itu sendirian dengan Syahril, di tempat gelap & sepi.
2010
Dimas menginjak kelas III SMP, kejadian itu berulang. Syahril yang dipandang dekat dengan orang tua jemaat di gereja, menjemput Dimas suatu malam ke rumahnya. Meminta izin ke orang tua Dimas untuk mengajaknya menginap & membantu belajar untuk ujian masuk SMA.

Lepas tengah malam, saat tidur di kamar Syahril, Dimas terbangun karena Syahril kembali mengoralnya. Setelah kejadian itu, Dimas sempat frustrasi & mengaku dosa kepada pastor.
Dimas tidak merinci detail peristiwa itu, tapi menangis sesenggukan di depan pastor.

Mei 2020
Dimas didatangi tujuh orang alumnus misdinar gerejanya. Mereka bercerita kalau ada satu anak yang dilecehkan oleh Syahril. Awalnya ia hanya diajak menjadi tim investigasi kasus itu, tapi Dimas akhirnya menceritakan pengalaman pahit yang selama ini ia pendam erat-erat sendiri.

“Saya berani cerita begini supaya adik-adik tidak ada yang kena lagi.”, tambahnya.
1980-an
Agustinus masih ingat masa-masanya belajar di sekolah seminari, di Yogyakarta. Ia & kawan-kawannya terkadang pergi ke area tempat tinggal bruder (rohaniawan Katolik awam) untuk belajar/mengerjakan PR.
Suatu hari, seorang bruder memintanya menginap.

"Saya enggak mengira akan terjadi apa-apa karena kami sama-sama laki-laki.", kata Agustinus.

Di tempat tidur, bruder itu memegang-megang tubuh Agustinus di tempat yang tak semestinya. Agustinus merasa ada yang salah dengan perlakuan itu, tapi tak paham bahwa yang ia terima adalah pelecehan seksual.
Itu terjadi berulang kali, sampai akhirnya Agustinus memutuskan untuk berhenti. Ia berusaha menjaga jarak, meski diprotes sang bruder.

Agustinus akhirnya sampai pada kesadaran bahwa yang dilakukan sang bruder adalah pelecehan seksual, tapi ia tak pernah melaporkan hal itu pada siapa pun.
Belakangan, setelah dewasa, ia tahu bahwa hal serupa juga terjadi pada kawan-kawan sebayanya.

"Saya dengar dia meninggal tahun lalu, & setahu saya, dia meninggal sebagai Bruder", kata Agustinus.